HOME PROGRAM KEGIATAN PRASARANA UKS POM LULUSAN GURU PEDOMAN AGAMA

V I S I
Terwujudnya KB-TK yang unggul dalam membentuk anak bangsa yang cerdas, bertaqwa dan berakhlak mulia
M I S I
  1. Membentuk anak didik yang cerdas, kreatif, mandiri, dan sholeh
  2. Menumbuh kembangkan kreatifitas anak
  3. Menciptakan suasana nyaman bagi pertumbuhan dan perkembangan anak

TATA TERTIB

EKSKUL

LINGKUNGAN

Hari Besar


Kumpulan Lagu
Galery Foto
Kumpulan Video

Kompetensi TK
TK A TK B

like KB-TK An-nur Pages


Add Pemerhati Pendidikan Anak

Wadah aspirasi terhadap proses pendidikan anak dan sebagai media berbagi pengalaman


TAMAN KANAK-KANAK AN-NUR KOTA MALANG TERAKREDITASI  A No.:058/BAP-SM/TU/XI/2008 Tgl : 28 Nov. 2008

Fungsi dan Tujuan TK

Fungsi

Fungsi pendidikan Taman Kanak-kanak dan Raudatul Athfal adalah:

  1. Mengenalkan peraturan dan menanamkan disiplin pada anak.
  2. Mengenalkan anak dengan dunia sekitar.
  3. Menumbuhkan sikap dan perilaku yang baik.
  4. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi.
  5. Mengembangkan keterampilan, kreativitas dan kemampuan yang dimiliki anak.
  6. Menyiapkan anak untuk memasuki pendidikan dasar.

Tujuan

Membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik/motorik, kemandirian dan seni untuk siap memasuki pendidikan dasar.

Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan pembelajaran pada pendidikan TK dan RA dilakukan dengan berpedoman pada suatu program kegiatan yang telah disusun sehingga seluruh perilaku dan kemampuan dasar yang ada pada anak dapat dikembangkan dengan sebaik-baiknya. Pendekatan pembelajaran pada anak TK dan RA hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Pembelajaran berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak yaitu:
    1. Anak belajar dengan baik apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasakan aman dan tentram secara psikologis.
    2. Siklus belajar anak selalu berulang.
    3. Anak belajar melalui interaksi sosial dengan orang dewasa dan anak-anak lainnya.
    4. Minat dan keingintahuan anak akan memotivasi belajarnya.
    5. Perkembangan dan belajar anak harus memperhatikan perbedaan individu.

  2. Berorientasi pada Kebutuhan Anak
    Kegiatan pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak. Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan baik perkembangan fisik maupun psikis (intelektual, bahasa, motorik, dan sosio emosional). Dengan demikian berbagai jenis kegiatan pembelajaran hendaknya dilakukan melalui analisis kebutuhan yang disesuaikan dengan berbagai aspek perkembangan dan kemampuan pada masing-masing anak.

  3. Bermain Sambil Belajar atau Belajar Seraya Bermain
    Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran pada anak usia TK dan RA. Upaya-upaya pendidikan yang diberikan oleh pendidik hendaknya dilakukan dalam situasi yang menyenangkan dengan menggunakan strategi, metode, materi/bahan dan media yang menarik serta mudah diikuti oleh anak. Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi, menemukan dan memanfaatkan objek-objek yang dekat dengan anak, sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi anak. Bermain bagi anak merupakan proses kreatif untuk bereksplorasi, dapat mempelajari keterampilan yang baru dan dapat menggunakan simbol untuk menggambarkan dunianya. Ketika bermain mereka membangun pengertian yang berkaitan dengan pengalamannya. Pendidik mempunyai peran yang sangat penting dalam pengembangan bermain anak.

  4. Menggunakan Pendekatan Tematik
    Kegiatan pembelajaran hendaknya dirancang dengan menggunakan pendekatan tematik dan beranjak dari tema yang menarik minat anak. Tema sebagai alat/sarana atau wadah untuk mengenalkan berbagai konsep pada anak. Tema diberikan dengan tujuan:
    • Menyatukan isi kurikulum dalam satu kesatuan yang utuh.
    • Memperkaya perbendaharaan kata anak.
    Jika pembelajaran dilakukan dengan memanfaatkan tema, maka pemilihan tema dalam kegiatan pembelajaran hendaknya dikembangkan dari hal-hal yang paling dekat dengan anak, sederhana, serta menarik minat anak. Penggunaan tema dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas.

  5. Kreatif dan Inovatif
    Proses pembelajaran yang kreatif dan inovatif dapat dilakukan oleh pendidik melalui kegiatan-kegiatan yang menarik, membangkitkan rasa ingin tahu anak, memotivasi anak untuk berfikir kritis dan menemukan hal-hal baru. Selain itu dalam pengelolaan pembelajaran hendaknya dilakukan secara dinamis. Artinya anak tidak hanya sebagai obyek tetapi juga sebagai subyek dalam proses pembelajaran.

  6. Lingkungan Kondusif
    Lingkungan pembelajaran harus diciptakan sedemikian menarik dan menyenangkan sehingga anak selalu betah dalam lingkungan sekolah baik di dalam maupun di luar ruangan. Lingkungan fisik hendaknya memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak dalam bermain. Penataan ruang harus disesuaikan dengan ruang gerak anak dalam bermain sehingga dalam interaksi baik dengan pendidik maupun dengan temannya dapat dilakukan secara demokratis. Selain itu, dalam pembelajaran hendaknya memberdayakan lingkungan sebagai sumber belajar dengan memberi kesempatan kepada anak untuk mengekspresikan kemampuan interpersonalnya sehingga anak merasa senang walaupun antar mereka berbeda (perbedaan individual). Lingkungan hendaknya tidak memisahkan anak dari nilai-nilai budayanya yaitu dengan tidak membedakan nilainilai yang dipelajari di rumah dan di sekolah ataupun di lingkungan sekitar. Pendidik harus peka terhadap karakteristik budaya masing-masing anak.

  7. Mengembangkan Kecakapan Hidup
    Proses pembelajaran harus diarahkan untuk mengembangkan kecakapan hidup. Pengembangan konsep kecakapan hidup didasarkan atas pembiasaan-pembiasaan yang memiliki tujuan untuk mengembangkan kemampuan menolong diri sendiri, disiplin dan sosialisasi serta memperoleh keterampilan dasar yang berguna untuk kelangsungan hidupnya.

Penilaian

Berbagai alat penilaian yang dapat digunakan untuk memperoleh gambaran perkembangan kemampuan dan perilaku anak, antara lain:

  1. Portofolio yaitu penilaian berdasarkan kumpulan hasil kerja anak yang dapat menggambarkan sejauhmana ketrampilan anak berkembang.

  2. Unjuk kerja (performance) merupakan penilaian yang menuntut anak untuk melakukan tugas dalam perbuatan yang dapat diamati, misalnya praktek menyanyi, olahraga, memperagakan sesuatu.

  3. Penugasan (Project) merupakan tugas yang harus dikerjakan anak yang memerlukan waktu yang relatif lama dalam pengerjaannya. Misalnya melakukan percobaan menanam biji.

  4. Hasil karya (Product) merupakan hasil kerja anak setelah melakukan suatu kegiatan.

 

Sumber : Kurikulum 2004, Standar Kompetensi TK/RA, Departemen Pendidikan Nasional